Polisi menilai Kelompok penyedia dan Penyebar ujaran kebencian di media sosial, Saracen, adalah orang-orang yang cerdas. Penilaian tersebut disematkan karena kemampuan Kelompok tersebut untuk membaca peluang pasar sehingga tetap mampu menyediakan konten berita palsu yang berbau SARA. Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan tidak mudah untuk mengorganisir ribuan akun media sosial dan menata para pengikut (follower) yang jumlahnya ratusan ribu